• 20/05/2026
  • Lembaga Penjaminan Mutu
  • 0

MANADO – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado terus bergerak progresif dalam memperkuat sistem penjaminan mutu internalnya. Terbaru, LPM IAIN Manado menggelar kegiatan benchmarking (studi tiru) terkait Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Berbasis Risiko secara daring melalui platform Zoom Meeting, pada Rabu (20/05/2026).

Kegiatan strategis ini dilaksanakan dengan membidik Universitas Islam Negeri Aji Muhammad Idris Samarinda sebagai mitra rujukan. Fokus utama pembahasan mengacu pada koridor regulasi terbaru, yakni Pedoman Implementasi SPMI 2026, guna memastikan seluruh instrumen evaluasi akademik di lingkungan kampus sejalan dengan standar nasional yang dinamis.

Hadir secara langsung sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini, Kepala Standar Mutu Akademik, Dr. Husni Idris, M.Pd. Sementara itu, dari pihak IAIN Manado, diskusi dikomandoi langsung oleh Ketua LPM IAIN Manado, Dr. Mutmainah, M.Pd., didampingi oleh seluruh jajaran tim dan kepala pusat di lingkungan LPM.

Dalam pemaparannya, Dr. Husni Idris, M.Pd. menekankan bahwa integrasi manajemen risiko ke dalam SPMI bukan lagi sekadar pelengkap administrasi, melainkan instrumen vital dalam memetakan potensi hambatan ketercapaian standar mutu sejak dini.

“SPMI berbasis risiko yang mengacu pada Pedoman Implementasi 2026 menuntut perguruan tinggi untuk lebih adaptif. Kita tidak hanya mengukur apa yang telah dicapai, tetapi juga memprediksi risiko apa yang dapat menghambat mutu akademik dan bagaimana mitigasinya secara sistemis,” ujar Dr. Husni Idris di hadapan peserta virtual.

Merespons hal tersebut, Ketua LPM IAIN Manado, Dr. Mutmainah, M.Pd., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kesediaan pihak UINAMIS Samarinda dalam berbagi praktik baik (good practices). Menurutnya, momentum perubahan pedoman di tahun 2026 ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh IAIN Manado untuk merekonstruksi dan memperkuat siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) yang berbasis pada peta risiko institusi.

“Kami di LPM IAIN Manado berkomitmen penuh untuk mengawal implementasi SPMI berbasis risiko ini. Penjelasan dari Dr. Husni memberikan gambaran konkret bagaimana menyelaraskan kebijakan makro dari Pedoman Implementasi 2026 ke dalam dokumen mutu tingkat institut hingga program studi,” jelas Dr. Mutmainah.

Melalui kegiatan benchmarking ini, tim LPM IAIN Manado menargetkan adanya akselerasi pemutakhiran dokumen mutu internal, standarisasi instrumen monitoring mutu yang lebih responsif, serta penguatan tata kelola kelembagaan yang bersih, transparan, dan akuntabel demi menyongsong capaian akreditasi unggul di masa mendatang. (Tim Humas/LPM)

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *